Selasa, 17 Maret 2015

Makalah Bisnis Pariwisata



TUGAS EKONOMI DAN MANAJEMEN PARIWISATA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Pariwisata menjadi aktivitas yang mendapat perhatian besar, baik dari masyarakat maupun pihak pemerintah pada periode delapan sampai sembilan puluhan. Sebelum tahun tujuh puluhan sudah banyak daerah di Indonesia yang sesungguhnya bisa diolah melalui sektor pariwisata, akan tetapi perhatian semua pihak masih lebih tertuju pada kekayaan sumber alam yang melimpah, sehingga sektor pariwisata belum secara serius diperhatikan. Sektor pariwisata baru mulai di kerjakan dengan serius sejak awal tahun delapan puluhan, walaupun sesungguhnya sektor pariwisata telah bergejala dan mulai menghasilkan devisa bagi dunia internasional termasuk Indonesia sejak tahun 1950 (Pitana, 2002).
Sektor lain seperti pertambangan dan pertanian, industri pengolahan, transportasi dan yang lainnya sudah jauh lebih dulu mendapat perhatian dalam pembangunan nasional Indonesia. Sebagai dampak dari lambannya perhatian pemerintah memulai sektor ini sehingga sektor pariwisata bagi Indonesia merupakan sumber devisa yang baru dan potensial. Secara nasional, perkembangan kunjungan wisatawan ke Indonesia (termasuk ke Bali) mengalami perkembangan yang fluktuatif. Tingkat kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada tahun 1997 dan 2001. Pada tahun-tahun tersebut secara kuantitatif kunjungan wisatawan ke Indonesia mencapai lebih dari lima juta wisatawan. Sebaliknya, penurunan kunjungan wisatawan juga terjadi beberapa kali dalam satu dekade terakhir. Penurunan kunjungan wisatawan ke Indonesia yang paling tajam terjadi pada tahun 2003 yang mencapai – 11,25% (Disparda Bali, 2004). Penurunan yang sangat tajam ini dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang secara beruntun yaitu terjadinya peristiwa-peristiwa yang sangat tidak terduga dan sangat tidak diharapkan oleh seluruh bangsa di dunia termasuk semua komponen yang bersentuhan dengan dunia pariwisata.Terjadinya serentetan peristiwa-peristiwa yang tidak diharapkan,yang mengancam keamanan dan kenyamanan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, berdampak pada terhadap penurunan kunjungan wisatawan yang sangat tajam ke Bali.Mengawali tahun 2006 sebagai dampak tragedi 1 Oktober 2005,pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang langsung datang ke Bali secara kontinue mengalami kenaikan. Namun demikian, dengan berbagai upaya, akhirnya memperlihatkan hasil yang menjanjikan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara diakhir tahun 2006 . Usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, merupakan salahsatu wacana penting pemerintah

1.2   Rumusan Masalah
1. Apakah Definisi dan tujuan bisnis pariwisata?
2. Apa saja  Bentuk bisnis pariwisata?
3. Apa itu Potensi bisnis pariwisata??
4. Bisnis dan manajemen bisnis pariwisata
5. Prospek bisnis pariwisata



1.3  Tujuan
Tujuan dibentuknya makalah ini untuk mengetahui definisi dan tujuan pariwisata, bentuk, prospek dan potensi bisnis pariwisata di Indonesia khususnya Bali.


  


 BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pariwisata
Menurut peninjauan secara etimologis, istilah pariwisata berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu "pari dan "wisata". Pari berarti berulang-ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berulang ulang atau (Musanef, 1996 : 8).
Pariwisata tidak hanya bisa diartikan secara etimologis saja, tetapi terdapat pendapat dari para ahli diantaranya:

1. Hunziker dan Krapf (Bapak Ilmu Pariwisata)
Pariwisata adalah sejumlah hubungan dan gejala yang dihasilkan dari tinggalnya orang-orang asing, asalkan tinggalnya mereka itu tidak menyebabkan timbulnya tempat tinggal serta usaha-usaha yang bersifat sementara atau permanen sebagai usaha mencari kerja penuh (Musanef, 1996: 11).
2. Hans Buchi
Pariwisata adalah peralihan tempat untuk sementara waktu dan mereka yang mengadakan perjalanan tersebut memperoleh pelayanan dari perusahaanperusahaan yang bergerak dalam industri pariwisata (Musanef, 1996: 11).
3. Robert Mc. Intosh Shashi Kant Cupta
Pariwisata adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan ini serta penunjang lainnya
(Musanef, 1996: 11).
4. Menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik serta usaha-usaha yang terkait di bidang itu. Pengertian ini mengandung lima unsur yaitu: (1) unsur manusia (wisatawan), (2) unsur kegiatan (perjalanan), (3) unsur motivasi (menikmati), (4) unsur sasaran (obyek dan daya tarik wisata), (5) unsur usaha (Musanef, 1996: 13). Dan pengertian diatas terdapat beberapa hal yang penting yaitu : 
a. Perjalanan itu dilakukan untuk sementara waktu.
b. Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat lain.
c.Perjalanan itu, walaupun apa bentuknya harus selalu dikaitkan dengan bertamasya dan rekreasi, melihat dan menyaksikan atraksi-atraksi wisata.
d. Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak mencari nafkah di tempat/daerah yang dikunjungi dan semata-mata sebagai konsumen di tempat tersebut, dengan mendapat pelayanan (Musanef, 1996: 12).
5. Menurut James. J. Spillane (1987: 20) pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, dan lain-lain. Defenisi yang luas pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial,
budaya, alam dan ilmu. Suatu perjalanan akan dianggap sebagai perjalanan wisata bila memenuhi tiga persyaratan yang diperlukan, yaitu bersifat sementara, bersifat sukarela (Voluntary) dalam anti tidak terjadi karena paksaan, dan tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah.
Berdasarkan pengertian beberapa ahli diatas disimpulkan pengertian Pariwisata adalah kegiatan di mana orang terlibat dalam perjalanan jauh dari rumah (bepergian) atar daerah atau antar negara terutama untuk bisnis atau kesenangan dimana orang tersebut tidak menetap atau mencari pekerjaan di tempat tersebut.

2.2 TUJUAN PARIWISATA:
a.    Dalam bisnis pariwisata untuk mencapai profit maksimum melalui peningkatan pendapatan dilakukan dengan menetapkan kebijakan diskriminasi harga.
b.    Kebijakan diskriminasi harga umumnya menunjukkan suatu tingkatan monopoli yang dapat meningkatkan supernormal profit.
c.    Akan tetapi dalam bisnis pariwisata hal tersebut lebih cenderung menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melakukan segmentasi pasar
d.     Meningkatkan Devisa negara
e.    Memperkenalkan keindahan alam dan kebudayaan indonesia
f.      Meningkatkan persaudaraan persahabatan dan nasional dan internasional

2.3 BENTUK BISNIS PARIWISATA

Menurut Pendit (2002: 37) bentuk pariwisata dapat dibagi menjadi lima kategori yaitu menurut asal wisatawan, menurut akibatnya terhadap neraca pembayaran, menurut jangka waktu, menurut jumlah wisatawan, dan menurut alat angkut yang dipergunakan. Bentuk-bentuk pariwisata tersebut dijelaskan dibawah ini:
a.Menurut asal wisatawan Pertama-tama perlu diketahui wisatawan itu berasal dari dalam atau luar negeri. Kalau asalnya dari dalam negeri berarti sang wisatawan hanya pindah tempat sementara di dalam lingkungan wilayah negerinya sendiri dan selamaia mengadakan perjalanan, maka disebut pariwisata domestik, sedangkankalau ia datang dari luar negeri disebut pariwisata internasional.
b.Menurut akibatnya terhadap neraca pembayaran Kedatangan wisatawan dari luar negeri adalah membawa mata uangasing. Pemasukan valuta asing ini berarti memberi dampak positif terhadapneraca pembayaran luar negeri suatu negara yang dikunjunginya, yang inidisebut pariwisata aktif. Sedangkan kepergian seorang warga
negara ke luar negeri memberikan dampak negatif terhadap neraca pembayaran luarnegerinya, disebut pariwisata pasif.
c.Menurut jangka waktu Kedatangan seorang wisatawan di suatu tempat atau negaradiperhitungkan pula menurut waktu lamanya ia tinggal di tempat atau negarayang bersangkutan. Hal ini menimbulkan istilah-istilah pariwisata jangkapendek dan pariwisata jangka panjang, yang mana tergantung kepadaketentuan-ketentuan yang diberlakukan oleh suatu negara untuk mengukur pendek atau panjangnya waktu yang dimaksudkan.
d.Menurut jumlah wisatawan Perbedaan ini diperhitungkan atas jumlah wisatawan yang datang,apakah sang wisatawan datang sendiri atau rombongan. Maka timbulahistilah-istilah pariwisata tunggal dan pariwisata rombongan.
e.Menurut alat angkut yang dipergunakan Dilihat dari segi penggunaan yang dipergunakan oleh sang wisatawan, maka kategori ini dapat dibagi menjadi pariwisata udara, pariwisata laut, pariwisata kereta api dan pariwisata mobil, tergantung apakah sang wisatawan tiba dengan pesawat udara, kapal laut, kereta api atau mobil 
2.4 POTENSI BISNIS PARIWISATA
Bali merupakan daerah yang sangat potensial bagi para pebisnis untuk mengembangkan ide-idenya.Bisnis di Bali menjadi incaran para pengusaha bisnis mengingat daerah ini sangat ramai dikunjungi oleh paraturis baik domestik maupun turis-turis asing. Bisnis di Bali terbilang akan subur, mengingat daerah wisata inicukup di kenal di mata dunia internasional. Para turis asing yang memiliki kantong-kantong tebal adalahkonsumen empuk yang akan menyuburkan pengelolaan bisnis di Bali. Bagi Anda masyaratak Bali tentunya cukup mengetahui jenis usaha apa yang akan menjadi bisnis di Bali yang laris manis. Namun bagi Anda para investor asing yang ingin coba-coba memiliki bisnis di Bali, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu, jenis usaha apa yang akan diminati banyak konsumen.Sebelum memutuskan untuk mengelola sebuah usaha, hal yang harus Anda lakukan adalah melakukan survey mengenai kondisi sebuah daerah, bagaimana kebiasaan masyarakatnya, hal-hal apa yang dibutuhkan serta bagaimana aktivitas dan kondisi yang ada di daerah tersebut. Bali sebagai sebuah kawasan wisata tentu sajacukup menjanjikan apabila kita melakukan buka usaha di Bali terkait dengan hal-hal pariwisata. Namun demikian, bisnis di Bali tak hanya terikat pada aktivitas pariwisata, para pebisnis juga bisa melirik peluangbisnis di Bali dari aspek non pariwisata.Bisnis di Bali dari aspek pariwisata memang cukup maju pesat, terlebih para konsumennya adalah para turis asing yang berkantong tebal. Ada beberapa jenis bisnis di Bali dari aspek pariwisata yang bisa Anda coba diantaranya:
1.    Bisnis penginapan
Bisnis di Bali berupa penginapan tentu saja sudah banyak dan cukup menjamur. Anda harus mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda pada bisnis yang Anda kelola. Misalkan saja pada penginapan Anda dilengkapi dengan berbagai tradisi dan budaya Indonesia lainnya dari berbagai daerah sehingga membuat para turis asing tertarik untuk mengetahui Indonesia lebih dalam.
2.    Bisnis rumah makan muslim
Bisnis di Bali berupa usaha rumah makan muslim akan sangat dicari olehpara turis domestik yang beragama Islam serta turis manca negara lainnya dari negara-negara Islam. Parawisatawan yang taat beragama biasanya akan selektif mencari makanan yang halal bagi mereka. Sikap ini dapat Anda jadikan sebagai ide bisnis di Bali yang cukup potensial.
3.     Bisnis layanan bahasa
Bisnis di Bali berupa layanan bahasa tentu saja sudah cukup marak dilakukanorang. Semua orang mahir berbahasa Inggris, namun tak salah jika Anda pula yang menawarkan kursus bahasaIndonesia singkat pada turis-turis asing.
4.    Bisnis transportasi
Bisnis transportasi dan agen travel memang cukup potensial di kawasan wisata sepertiBali. Bisnis di Bali yang satu ini memang termasuk pada bisnis pariwisata primer yang dicari konsumen.
  2.5 BISNIS PARIWISATA DAN MANAJEMEN
Bisnis pariwisata dewasa ini memang memberikan kecerahan bagi pergerakan roda ekonomi nasional. Investasi pada bisnis penyedia jasa traveling, bisnis perhotelan, souvenir, transportasi darat, laut dan udara, sampai dunia perbankan pun turut terimbasi bisnis pariwisata ini. Dampak lain dari maraknya industri pariwisata ini adalah terserapnya tenaga kerja lokal. Singkatnya bisnis pariwisata cukup memberikan angin segar bagi ekonomi nasional, terlebih pengeluaran pemerintah sangat tergantung pada penyediaan devisa melalui pajak dalam negeri. Sampai saat ini lebih kurang 76 persen pendapatan nasional berasal dari penerimaan pajak. Bisa dibayangkan dampak yang ditimbulkan bilamana sektor riil, termasuk bisnis pariwisata ini lumpuh, maka tidaklah mengherankan jika sebagian besar roda ekonomi nasional pun terkena dampaknya.Dalam bisnis anda bisa mencurahkan energi untuk menjaring wisatawan domestic dan mancanegara, memberi diskon super murah tapi tetap memelihara lingkungan, budaya, keramahan, pelayanan dan membangun sumber daya manusia yang unggul, maka bukan saja pelanggan akan datang tapi juga tidak sabarmemberi tahu teman mereka betapa bagusnya kepribadian, lingkungan, batin dan pesona bisnis pariwisata Indonesia Dalam bisnis pariwisata, diperlukan manajemen yang baik. Unsur keputusan yang cepat dan cerdas dalam inovasi manajemen sering berperan membantu perusahaan mengembangkan keunggulan yang bertahan lama. Tampaknya tak ada faktor yang mencerminkan instrumen yang sama dalam menjamin keberhasilan persaingan jangka panjang. Artinya setiap pelaku bisnis pariwisata memiliki inovasi manajemen dengan teknik dan keunggulannya masing-masing. Pelaku bisnis pariwisata di Indonesia harus melakukan inovasi yang dapat bersaing dengan negara – negara lain dalam bidang pariwisata. Hal itu akan menarik wisatawan lebih banyak.
2.6 PROSPEK BISNIS PARIWISATA
Sektor pariwisata memang cukup menjanjikan untuk turut membantu menaikkan cadangan devisa dan secara pragmatis juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Prospek industri pariwisata Indonesia diprediksikan WTO akan semakin cemerlang, dengan perkiraan pada tahun 2010 akan mengalami pertumbuhan hingga 4,2% per tahun. Selain itu sektor industri pariwisata nasional memberikan kontribusi nasional bagi program pembangunan. Sebagai contoh, pada tahun 1999 sektor pariwisata menghasilkan devisa langsung sebesar US$ 4,7 juta, serta menyumbang 9,61% pada PDB dan menyerap 8% angkatan kerja nasional (6,6 juta orang) pada tahun yang sama. Selain faktor-faktor di atas, industri pariwisata juga memiliki karakter unik, bahwa sektor pariwisata memberikan efek berantai terhadap distribusi pendapatan penduduk di kawasan sekitar pariwisata.
            Berangkat dari pemahaman bahwa model yang digunakan untuk pengembangan kawasan wisata adalah model terbuka maka berarti tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kontak antara aktivitas kepariwisataan dengan aktivitas masyarakat sekitar kawasan wisata. Kontak-kontak ini tidak bisa dibatasi oleh kekuatanapapun apalagi ditunjang dengan adanya sarana pendukung yang memungkinkan mobilitas masyarakat.Kontak yang paling mungkin terjadi adalah kontak antara masyarakat sekitar dengan pengunjung atauwisatawan. Masyarakat sekitar berperan sebagai penyedia jasa kebutuhan wisatawan. Kontak ini apabila terjadi secara massif akan mengakibatkan keterpengaruhan pada perilaku, pola hidup dan budaya masyarakat setempat. Misalnya bagaimana terjadinya pergeseran kultur kehidupan masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur yang semula berbasis dengan aktivitas kehidupan agraris (bertani) bergeser menjadi masyarakat pedagang dan penjual jasa. Pariwisata dengan segala aktivitasnya memang telah mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi perubahan masyarakat baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Hal itu menuntut adanya perhatian yang lebih dari para pengambil kebijakan sektor pariwisata untuk mempertimbangkan kembali pola pengembangan kawasan wisata agar masyarakat sekitar lebih dapat merasakan manfaatnya. Dengan kata lainbagaimana membuat suatu kawasan wisata yang mampu membuka peluang pelibatan aktif masyarakat sebagaisubyek dalam kegiatan industri pariwisata bukan hanya sekedar sebagai obyek. Faktor kemanusiaan dan entitas budaya lokal tidak boleh diabaikan, artinya kehidupan masyarakat tidak boleh tercerabut dari akar budayanyanya karena adanya penekanan segi komersial dari tourism.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.    Pariwisata adalah kegiatan di mana orang terlibat dalam perjalanan jauh dari rumah (bepergian) atar daerah atau antar negara terutama untuk bisnis atau kesenangan dimana orang tersebut tidak menetap atau mencari pekerjaan di tempat tersebut.
2.    Bisnis pariwisata mempunyai beberapa tujuan, salah satunya untuk meningkatkan devisa negara dan memperkenalkan keindahan alam Indonesia.
3.    Bentuk pariwisata dapat dibagi menjadi lima kategori yaitu menurut asal wisatawan, menurut akibatnya terhadap neraca pembayaran, menurut jangka waktu, menurut jumlah wisatawan, dan menurut alat angkut yang dipergunakan.
4.    Indonesia mempunyai potensi pariwisata yang besar, terutama di daerah Bali. Ada beberapa jenis bisnis di Bali dari aspek pariwisata yang patut di  coba, diantaranya : bisnis penginapan, bisnis rumah makan muslim, bisnis layanan bahasa, dan bisnis transportasi,
5.    Setiap pelaku bisnis pariwisata harus memiliki inovasi manajemen dengan teknik dan keunggulannya masing-masing agar dapat bersaing dengan negara – negara lain dalam bidang pariwisata. Hal itu akan menarik wisatawan lebih banyak.
6.    Sektor pariwisata memang cukup menjanjikan untuk turut membantu menaikkan cadangan devisa dan secara pragmatis juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Industri pariwisata juga memiliki karakter unik, bahwa sektor pariwisata memberikan efek berantai terhadap distribusi pendapatan penduduk di kawasan sekitar pariwisata. Pariwisata dengan segala aktivitasnya juga telah mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi perubahan masyarakat baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Hal itu menuntut adanya perhatian yang lebih dari para pengambil kebijakan sektor pariwisata untuk mempertimbangkan kembali pola pengembangan kawasan wisata agar masyarakat sekitar lebih dapat merasakan manfaatnya. Dengan kata lain bagaimana membuat suatu kawasan wisata yang mampu membuka peluang pelibatan aktif masyarakat sebagai subyek dalam kegiatan industri pariwisata bukan hanya sekedar sebagai obyek.


Daftar Pustaka

Senin, 09 Maret 2015

Percakapan di ruang keluarga

sebuah keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga, tak sengaja anak bungsu sebut saja namanya ida menemukan album sekolah ayahnya semasa SMA dulu. dia pun membuka-buka album itu.

ida : yah, ini kan tante yang waktu reunian itu yaa?? *sambil menunjuk salah satu foto*
ayah : iya nak,
ida : seingetnya ida, temen-temennya nya ayah rata-rata jadi pegawai semua, ayah kok enggak?
ibu : ya, karena ayahmu waktu muda suka kelayapan. andai saja dulu ayahmu mau tekun gak berpetualang, mungkin sekarang juga bisa seperti teman-temannya itu.
sang ayah pun hanya tersenyum mendengar perkataan ibu
ida : lalu, ayah tidak menyesal?
ayah : kenapa harus menyesal? ayah tidak menyesal, dengan pekerjaan ayah yang sekarang, toh ayah masih bisa menyekolahkan kamu dan kakak-kakakmu, meskipun hanya sebagai pedagang. lagipula, ayah sangat beruntung bisa menikmati keindahannya ciptaan ALLAH, meskipun belum semuanya ayah kunjungi, setidaknya ada yang ayah ceritakan, dan sampai sekarang pun ayah masih kuat melakukan kegiatan fisik.
ida : tapi kan, kalau saja ayah tidak berpetualang, mungkin kita bisa hidup seperti teman-temannya ayah itu. maksud ida, bukannya ida tidak senang hidup begini, tapi setidaknya kan ayah tidak perlu masih bekerja di usia begini, ayah bisa menikmati dana pensiun.
ayah : maafkan ayah nak, ayah telah membuat hidupmu tidak semakmur mereka. tapi ayah tidak menyesal. berpetualang di masa muda itu bermanfaat dan menyenangkan, ayah belajar banyak hal di alam. ayah juga tidak mau hanya santai-santai saja dirumah, ayah kan masih kuat, jadi ayah mau terus bekerja, lagipula kalau ayah dulu tidak berpetualang, mungkin ayah tidak bertemu dengan ibumu. *sambil tersenyum menggoda ibu* ibu pun juga nampak malu-malu saat mendengar kata-kata ayah
ida : ayah tidak perlu meminta maaf. justru ida yang minta maaf, ida belum bisa sukses, ida belum bisa membahagiakan kalian. ah, tapi ida juga ingin berpetualang seperti ayah. lalu, mengapa ayah dan ibu melarangku untuk berpetualang?
ayah : ayah tidak pernah melarangmu, ibumu yang melarang. ida anak cewek, wajar kalau ibu khawatir. mungkin, dimata ibu ida belum cukup dewasa. lagipula, bukankah masih banyak mimpi dan tanggung jawab ida disini? ida harus selesaikan itu dulu. jadi, utamakan tanggung jawabmu dulu, dan tunjukkan pada kami kalau ida sudah dewasa. nanti pasti ida mempunyai kesempatan itu, tunggu saja. :)
ida : ah iya, ayah benar. baiklah, ida akan tunjukkan kalau ida mampu dan pantas.


Denpasar, 9 Maret 2015
10:15 PM

Sabtu, 28 Februari 2015

Dear orang yang pernah aku panggil "sayang"

terimakasih atas waktumu selama ini mas, terimakasih 3 tahun ini kamu tidak pernah lelah datang dan pergi dalam hidupku. aku tidak tau, sampai kapan hatiku mampu bertahan seperti ini terus. tapi waktu terus bergulir, aku pun juga semakin menua. kau ingat itu bukan? aku juga harus menemukan orang yang ingin berjuang bersama denganku, dalam hubungan yang diakui. pernahkah kamu berniat untuk menjadi orang itu? apakah kamu punya harapan yang sama tentang masa depan kita?

kita? ah, rasanya dari dulu hanya aku yang mempunyai harapan tersebut. aku tidak pernah tau, selama ini kamu bermimpi membangun masa depan dengan siapa. lalu, jika kamu tidak punya mimpi yang sama denganku, lantas mengapa selama 3 tahun ini kamu habiskan waktu untuk datang dan pergi dalam hidupku? apakah kamu memang belum menemukan orangnya, atau aku hanyalah sebagai tempat persinggahan? entahlah mas, aku bukan tuhan yang tau isi hati manusia.

memang salahku, dari awal mengizinkan pria sepertimu masuk dalam kehidupanku. kamu adalah pria penakluk wanita, daya tarikmu sungguh tidak bisa aku tolak. lagipula, siapa yang bisa menolakmu? wanita yang pernah berhubungan denganmu, juga pasti akan sulit untuk melupakanmu begitu saja. tapi bedanya, mereka mau membuka hatinya untuk orang lain. tapi aku? sampai saat ini tidak ada yang berubah.

saat ini, ketika aku jauh darimu, aku bisa berusaha untuk melupakanmu, melupakan semua kenangan tentang kita. tapi ketika kamu hadir kembali, semuanya hancur seketika. usahaku sia-sia begitu saja. kamu hebat yaa, kamu hanya singgah sebentar pun dapat menghancurkan usahaku.

tapi aku harap, saat ini kamu sudah lelah melakukan ini semua. beberapa bulan ini kamu tidak pernah hadir kembali. aku harap, selamanya akan begitu. izinkan aku untuk menemukan orang itu mas, aku juga ingin bahagia sepertimu, aku sudah lelah dengan semua harapan ini. jangan pernah hadir lagi mas, aku tidak pernah mengharapkan kehadiranmu kembali, aku hanya ingin menemukan orang itu, sama ketika kamu menemukannya saat ini :)

Denpasar, 28 Februari
10:53 PM

Sabtu, 13 Desember 2014

Ke Nusa Dua Naik Trans Sarbagita

Ada yang pernah nyobain naik transportasi umum satu ini?? :D

Sebenernya, transportasi ini bukan transportasi baru di bali. transportasi ini sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini. Namun, karena antusiasme warga yang kurang, akhirnya transportasi ini belum banyak dikenal. Sebenarnya, transportasi ini memiliki banyak keunggulan. Selain harganya yang murah, dengan naik ini bisa menghemat tenaga, dan juga bisa mengurangi kemacetan terutama di dalam kota. Yah, walaupun masih ada saja kekurangannya. Tempat parkir yang bahkan tidak ada disekitaran halte, lamanya menunggu armada datang.

Minggu lalu, pada tanggal 7 Desember 2014 saya berencana menjajal transportasi ini. Niat awalnya milih transportasi ini karena pengen tau gimana rasanya, pengen jalan-jalan ke nusa dua, karena lupa jalan akhirnya milih naik transportasi ini deh :D

Rute saya kali ini adalah BTDC. Rute trans sarbagita baru ada 2, GWK-Kota dan BTDC-Batubulan. Karena saya bosan panas-panas berjemur di GWK, maka saya pilih rute BTDC karena sudah lama gak main ke pantainya, :D.

Saya pilih halte terdekat dari rumah, yaitu halte matahari terbit. Saya parkir di KFC dekat halte tersebut sambil menunggu kedatangan teman saya. Setelah datang, kami jalan kaki menuju halte. Gak jauh sih, tapi lumayan capek :D. Sesampainya di halte, ada orang yang juga menunggu di sana. Dengan gaya SKSD, saya pun nanya" ama bapak itu, tujuannya sih biar gak salah rute nantinya :D kan baru pertama kali jalan jalan pake transportasi umum :D. Udah lama ngobrol, ternyata bapak itu adalah sopirnya x_x kirain penumpang -_- okelah gapapa. Bapak itu sudah lumayan lama nunggu di sana, padahal biasanya 10-20 menit nunggu udah sampe. Katanya sih biasalah bali, macetnya udah kayak jakarta aja, jadi gak bisa dipastikan durasi kedatangan bisnya.

Setelah menunggu lumayan lama sampe hampir jamuran, eh gak ding. Akhirnya datang juga :D hoho. Ngambil tempat duduk di belakang, disamperin ama petugasnya, kalau di bis sih kayak kernet gitu yang biasanya ngambilin uang penumpang. Daaan, kami dikasi tiket pelajar, ini berkat muka kita yang masih unyu" :D *eh tapi emang masih mahasiswa sih. -.- Tiket Pelajar Rp. 2.500 , Tiket Umum Rp. 3.000

Ternyata yang naik rame juga, ada juga rombongan keluarga yang tujuannya sama dengan kami, dan senasib dengan kami, yang baru pertama kali naik trans sarbagita. Diperjalanan, banyak yang naik turun, ternyata rutenya ada yang melewati bandara juga.

Sejam berlalu, akhirnya sampailah di bundaran BTDC. Karena ada perbaikan di dekat halte, kami di turunkan di bundaran. Jaraknya lumayan jauh dari pantai -.- Okelaah, itung-itung latihan fisik.

Waktu turun, waktu menunjukkan masuk dzuhur. Karena asing dengan tempat itu, kami bingung nyari tempat shalat, apalagi di tempat pariwisata seperti itu, bakalan susah deh nyari musholla, ini bali bung!! celingukan kanan kiri, rombongan keluarga tadi ternyata sudah hilang -.- tapi untungnya kami masih menemukan salah satu penumpang tadi. Agak takut sih, tapi akhirnya memberanikan diri nanya ama bapak itu di mana tempat shalat. Dan Alhamdulillah, Bapak itu tau dan kami cuma disuruh ikutin dia aja. Saya sih langsung jalan cepet ngikutin bapaknya itu, tapi teman saya malah narik saya, katanya gak boleh deket-deket ama bapaknya. -.- saya pun nurut. Dan, sampailah di sebuah tempat teater gitu, kami sempet kebingungan di bawa ke tempat begituan. Ternyata, di tempat itu ada musholla khususnya. Alhamdulillah bisa shalat :D Makasi bapak yang gak tau namanya siapa, makasi ALLAH {}

Kelar shalat, kami di kasih tau ama bapaknya jalan mau ke pantai, yeay,, tau aja bapaknya kami emang gak tau jalan :D haha. Tanpa basa basi kami langsung ke pantai nusa dua. Wew, tempatnya asli nyaman banget, tenang,, gak kayak pantai" di denpasar yang rame padat merayap x_x. Puas foto-foto, kami bergegas ke Waterblow. Jalan ke sana pun hasil nguping dari orang" sebelah yang juga mau ke sana :D Nyampe disana, kami cukup kecewa karena gak ada ombak sama sekali, katanya sih efek purnama semalem. Gapapa deh, tetep foto-foto dulu disana :D haha

Sekitar jam setengah 4, kita balik ke tempat teater yang tadi karena jaraknya yang lumayan dari pantai, takut kesorean. Abis shalat ashar, minta air dan pamitan :D kami menuju bundaran yang tadi untuk menunggu trans sarbagita. Proses menunggu kali ini lumayan sangat lama, hampir 45 menit kami menunggu disana. Untungnya dateng juga tuh, hampir aja mau jalan ke denpasar *eh, gak jadi kejauhan*.

Daaan, waktu udah naik ama petugasnya ditawarin tiket pelajar atau umum. Kalau ditawarin yah jelas pengen yang murah lah yaa :D haha, dapet deh tiket pelajar.

Sejam kemudian nyampe di halte matahari terbit yang tadi, trus kami jalan menuju KFC. Ambil motor bayar parkir 1.000, kami langsung pulang ke rumah masing-masing karena sudah hampir maghrib.

Well, jalan-jalan kali ini super duper murah :D transportasi hanya 6.000 (PP+parkir di KFC), trus beli cemilan Rp. 32.000. Total biaya yang dikeluarkan Rp. 38.000 lumayan kaan? padahal kalau naik motor bisa boros di bensin saking jauhnya, belum lagi jajannya -.-

Okeh, sekian pengalaman saya dengan trans sarbagita. Semoga kedepannya rute transportasi ini bisa menjangkau tempat-tempat pariwisata yang lain, dan makin banyak yang di benahi,, agar fungsi transportasi ini sebagai pengurai kemacetan dapat berjalan.


Denpasar, 13 Desember 2014
10:04 PM

Sabtu, 26 April 2014

Jodoh, atau hanya cinta buta??

bingung sebenernya mau nulis apa, tapi nulis aja lah yaa :D

apa yang aku tulis di sini, belum tentu itu kisah pribadi ku, aku bisa saja menulis kisah yang terjadi di sekelilingku. so, apapun yang aku tulis, jangan beranggapan itu tentang aku :$

yang di namakan jodoh itu abstrak, abuabu. layaknya seperti kamu. aku gak tau, apakah kamu jodohku atau bukan, tapi jika bukan jodoh, lalu apa namanya ini?

ketika kita ada masalah, kita menjauh, tibatiba kita di pertemukan kembali, kita dipersatukan kembali. yah, aku gak pernah bisa untuk jauh darimu. sebesar apapun masalah yang kita hadapi, kita pasti akan di persatukan kembali.

tetapi, di sisi lain,, orang di sekeliling kita tak menyetujui hubungan kita. apa yang salah dengan hubungan kita? hanya karena kau pernah menyakitiku, dan aku pernah bersikap tak pantas,, mereka melarang hubungan kita. toh hubungan kita tak mengganggu mereka, dan kita masih berjalan dalam norma dan aturan yang berlaku. dan semua manusia pasti pernah melakukan salah, dan berhak memperbaikinya. bukankah begitu?

apakah ini hanya sekedar cinta buta?? -,- yang terlalu mengandalkan hati ketimbang logika. yang sengaja menutup mata dan telinga akan keadaan yang sebenarnya, hanya untuk kembali bersama. jika ini hanya sekedar cinta buta, lalu apakah maksud semua ini? sebesar apapun masalah kita, sejauh apapun kita berusaha menghindar,, tetap saja pada akhirnya selalu ada jalan untuk mempertemukan, menyatukan kita.

apakah dunia ini terlalu sempit? sehingga kemanapun aku pergi, aku pasti akan bertemu dengannya. masalah ini terlalu rumit bagiku. atau mungkin hanya aku saja yang terlalu memperumit masalah sepele ini? entahlah, hanya ALLAH yang tau apa maksud semua ini.


Selasa, 16 Juli 2013

tetap untukmu.. :*



*di kelas*
“vandi, coba ke depan, baca puisi ini.”
dengan langkah gontai, gue maju ke depan, males banget deh, pagi-pagi udah di suruh baca puisi, huft. Dan, gue pun baca puisi dengan intonasi seadanya, karna emang gak bakat *xixixi*
“nah, itu tadi mengandung majas apa van??” tiba-tiba b.ani nanya gitu ke gue
“a, a, anu buk, uhm, majas hiperbola.” Jawab gue seadanya, alhasil gue diketawain ama anak-anak sekelas.
“bukan van, itu majas personifikasi tau.” Tiba-tiba dari bangku siswa ada yang nyeletuk, dan itu ternyata nabilla, sohib gue dari kelas 1.
“nah, itu billa bener. Kamu tuh van, udah kelas 2 masih aja gak bisa bedain majas.”  B.ani ceramahin gue,  “dan billa, kenapa kamu bantuin vandi?? Kamu pacaran ama dia??” sambungnya.
“iyaa buk, mereka pacaran.” Dari bangku belakang ada yang asal nyeletuk sambil cekikikan, dalam hati sih gue seneng b.ani bilang gue pacaran ama billa :D
“e, enggak kok buk, kami sahabatan aja kok, gak lebih.” Jawab Billa dengan muka memerah
“bagus lah, jangan pacaran-pacaran dulu, benerin dulu sekolahnya. Nah kamu van, pelajari lagi tentang majas yaa, silahkan duduk.”
“makasii buk.”
Billa adalah sohib gue dari kelas 1, bukan cuma dia aja sih, masih ada Ayu, dan Alif. Kami berempat kalau lagi jalan bareng, udah kayak double date. Alif ama Ayu, gue ama Billa,, tapi alif dan ayu hubungannya jelas, mereka pacaran. Sedangkan gue ama billa yang masih abu-abu. Kenapa gue bisa bilang gitu?? Ya, karena gue ama dia tuh udah deket banget, di sms panggilannya “bebh/sayang” kalau gue punya pacar, dia keliatan banget cemburunya, begitupun dengan gue. Pernah, dulu cewek gue cemburu banget ama billa, katanya gue ama billa tuh mesra banget, lebih dari sekedar sahabat. Dalam lubuk hati gue, pengen banget jadian ama dia, tapi dia masih punya pacar, gue gak mau ngerusak hubungan orang.
“kamu ngapain sih? Ngelamun terus? Catet tuh, ntar dimarah b.ani lho” tiba-tiba billa buyarin lamunan gue, dia duduk di depan gue. Dan gue baru sadar, kalau sekarang masih jam pelajaran *xixixi*
“hehehe, gak kok bill, iya-iya aku nyatet kok.”
*bel pulang*
 ini suara yang selalu di tunggu-tunggu siswa, tapi gue gak. Dengan adanya suara ini, berarti gue gak bisa ketemu ama billa, walaupun besoknya bisa ketemu lagi *xixixi, lebay banget*
“eh, besok jalan nyook??” Ayu ngajakin Alif
“duileh, yang diajakin cuma Alif doank? Gue ama Vandi gak d ajakin nih??” goda billa sambil masukkin buku-bukunya ke tas
“hehe, jangan ngambek  nae,, maksudnya kita berempat, gue ama cowok gue, lo ama Vandi :D”
“iih, emangnya mereka udah jadian yank??” ledek alif
“lo berdua bisanya ngeledek aja, awas kalo gue ama billa jadian beneran. Iyaa gak bil??”
“ih, vandi apa-apa’an siih? Udah ah, gue mau balik duluan... thaa”
“tuh kan van, anak orang ngambek.”
“gue kan cuma jujur aja.”
“Gitu dagh billa, setiap kali gue ngomong kayak gitu, pasti dagh ngalihin pembicaraan atau ngambek. Serba salah gue. Apakah salah, jika seorang sahabat jadian? Alif ama ayu aja jadian, kenapa gue ama billa gak bisa??” batin gue
“udah deh van, sabar aja yaa. Pulang aja yuuk.” Ajak Ayu
kita bertiga pun pulang, mereka boncengan, lha gue sendirian. “kapan yaa, gue bisa kayak mereka??” batin gue
*dirumah*
“assalamu’alaikum”
“wa’alaikum salam, nape muka lo van?? Kusut banget, kayak kertas yang ada di tong sampah aja :D” goda lila
“siallan lo la, gue bt tau.”
“bt kenapa lagi sih van?? Tante, anaknya bt nih. Haha”
“siallan banget lo tuh yaa, salah apa coba gue punya temen kayak lo.” Lila itu temen lama gue, udah kayak saudara gitu, gue ama dia bertemen udah lama, jadinya yaa akrab kayak gini. Tapi gue ama dia beda sekolah gitu. Nyokap gue udah kayak nyokapnya dia aja.
“hahaha, udah ah, jangan ngambek. Sini-sini cerita ama gue.”
“eits, sebelum cerita, Vandi mandi dulu, terus shalat, habis itu makan. Kalau kalian udah curhat, pasti sampe malem ntar.” Omel nyokap gue, bener sih kata nyokap, gue tuh ama Lila sering banget curhat, sampe lupa waktu gitu, gak jarang juga nina nginep di rumah gue, tapi gak tidur ama gue. Walaupun Lila itu ngesellin, tapi dia selalu bisa buat gue tenang, gak jarang juga, dia yang bantu cari solusi untuk masalah gue.
“iyaa ma, bentar yaa la,lo jangan pulang dulu.”
“iyaa bawel, buruan, udah bau banget nih.”
“bener-bener dagh lo tuh yaa.” Gue pun melaksanakan omelan nyokap gue.
*malam harinya*
“ma, lila mana??” dari tadi gue celingukan nyari tuh anak satu gak keliatan
“itu, di teras main catur ama ayahmu.” Sambil nunjuk 2 orang yang asyik maen catur
“*jitak kepala lila*eh, lo, gue cariin ke mana-mana gak ada, tau-taunya lagi pacaran ama bokap gue.”
“eh, sakit tau. *ngusap-ngusap kepalanya.”
“van, jangan gitu ah ama lila, kasian dianya.”
“:p *julurin lidah* tauk tuh om, om dosa apa sih? Punya anak nyebellin kayak dia.”
“siallan lo, mulai dagh, mentang-mentang dibelain ayah, gede kepala lo. Gue mau curhat, sini ke kamar gue.”
“aah, lo mah gak asyik, gue hampir menang nih lawan bokap lo.”
“udaaah, sini *narik tangan lila* *kayak nyeret kebo gitu :D*”
“van, kasian lilanya tuh.” “biarin aja yah.” Gue pun tetep nyeret lila :D, dianya juga pasrah-pasrah aja.
“wagh, parah lo van, ini mah namanya kdb.” Omel lila sesampainya di kamar gue, sambil ngusap-ngusap tangannya
“kdb?? Apa’an tuh??” tanya gue heran
“idih, katrok lu :p kdb itu, kekerasan dalam berteman :D”
“aneh lo, eh, gue mau curhat nih.”
“apa’an?? Tentang billa lagi??”
gue sering cerita tentang billa ke lila, jadi dia tau betul kejadian kronologisnya.
“iyaa la, L
“duh, gue kan udah bilang dari zaman gak enak ama lo, tembak aja dia. Lo jadi cowok penakut amat.”
“bukannya gitu la, sekarang dia udah punya cowok.”
“eh, sebelum dia punya cowok, gue udah nyuruh lo nembak dia, tapi lo yang gak mau., banyak banget alesannya. Kalau perlu, tatap matanya waktu lo nembak dia.”
“gue gak mau nembak dia, karena gue takut ngerusak persahabatan gue ama dia, dan gue takut ditolak. Kalau dia nolak gue, pasti hubungan gue ama dia renggang la.”
“eh, gue kasih tau ama lo ya, gak usah takut dengan apa yang belom terjadi, kalau lo sayang ama dia, lo gak mungkin peduli apa pun yang akan terjadi selanjutnya. Soal dia udah punya cowok, sah-sah aja kok ngungkapin perasaan lo, asalkan lo gak ngerusak hubungan mereka, dan gak ngehasut dia buat mutusin cowoknya. Jelas??”
gue fikir-fikir, kata-kata dia ada benernya juga. Kalau gue gak coba, gue gak akan tau gimana sebenernya perasaan dia ke gue.
“woe, ngapain lo bengong? Faham apa yang gue bilang gak??”
“iya la, gue bakalan coba kok, thanks banget yaa *cubit idung lila*.”
“makasih sih makasih, tapi gak usah cubit idung gue, ntar gue tambah mancung, lo iri.” Gerutu lila sambil ngusap-ngusap idungnya.
“udah-udah, pulang sana, gue mau tidur.” Usir gue
“siallan banget lo yaa, giliran udah gak butuh aja, gue diusir. Awas lo. Gue pulang pake motor lo.”
“pulang dagh sana lo.
 *hening seketika, merasa ada yang ganjal ama kata-katanya lila* gawat, dia tadi bilang mau pulang pake motor gue, siallan tuh anak.” Gue buru-buru ngejer dia, sampe di teras, cuma ada nyokap gue “ma, lila mana??”
“lho, barusan aja dia pulang, dia tadi bawa motor kamu, tadi dia ke sini ama temennya. Tadinya mau minta kamu anterin, tapi katanya kamu udah tidur.”
“yaaah, ma, kok dikasih sih? Besok Vandi keluar pake apa?” rajuk gue
“kamu di suruh anterin dia gak mau, kan kasian dia. Ya udah, besok suruh jemput temen kamu aja.”
“uh, nyusahin aja tuh anak satu.” Gerutu gue sambil menuju kamar.
*esoknya*
“assalamu’alaikum.”
“wa’alaikum sama, eh, nak alif, masuk dulu, vandinya masih mandi.”
“iyaa tante.”
*beberapa menit kemudian*
“eh, lo udah dateng, gue nebeng lo yaa, motor gue dibawa lila.”
“yaah, gue kan bareng ayu van, terus gimana?? Motor lo gak bisa diambil dirumah lila??”
“gak bisa, dia marah ama gue, motor gue disita ama dia,”
“ah, lo ada-ada aja deh, ya udah, lo ama billa aja, nebeng ama dia, sekarang langsung ke rumahnya billa, terus gue jemput ayu.”
“boleh deh. Bentar, gue pamit dulu.” 
“ma, vandi keluar dulu yaa??”
“iyaa, ati-ati van”
“assalamu’alaikum”
“wa’alaikum salam”
*skip*
*di taman*
“eh, gue ama ayu mau nyari minum dulu, lo berdua pesen apa’an??”
“apa aja deh, samain aja ama kalian.”
“ok deh, kita berdua cabut duluan.” Pamit alif
“uhm, cari tempat duduk yuuk, sambil nungguin mereka.” Tawar gue
“boleh, di sana aja.” Ujarnya sambil menunjuk tempat yang adem.
 Gue ama billa beriringan jalan menuju tempat duduk itu. Dan, gue berdua duduk di sana. Dalam fikiran gue, kebayang kata-katanya lila semalem, fikiran dan hati gue beradu, bingung, haruskah  gue ngelakuin itu semua.
“kamu kenapa sih van? Kok bengong gitu? Kamu gak kesambet kan??” tanyanya sambil mengerutkan dahi
“hehehee, gak kok bil, bil, aku boleh ngomong sesuatu??” tanya gue memberanikan diri.
“boleh kok, apa’an?? Gak usah serius gitu ah.”
“bil, tatap mata aku .” sesaat kami saling bertatapan. “bil, aku tuh sayang tau ama kamu” lanjut gue, sambil penuh harap.
“tapi kita tuh sahabatan, dan aku masih punya pacar.” Billa menundukkan kepalanya
“aku tau itu, aku bakalan nunggu kamu putus ama pacarmu, dan emangnya salah kalau suka ama sahabat sendiri??” gue berusaha ngeyakinin dia.
“tapi aku gak mau ngerusak persahabatan kita, aku takut nanti kalau kita putus, kita malah musuhan.”
“bil, kalau kita udah sayang ama orang, kita gak akan peduli apa pun yang terjadi selanjutnya. Yang penting jalanin dulu yang sekarang, soal nanti, kita serahin ama tuhan.”
*hening sesaat*
“kalau boleh jujur yaa, aku juga sayang ama kamu. tapi tunggu aku putus ama pacarku dulu.”
“aku pasti nunggu kamu kok.”
tiba-tiba alif dan ayu nyamperin kita berdua, “ganggu banget nih 2 orang, gak pas banget deh.” Batin gue
“gue cariin lo berdua, tau-taunya lagi asyik pacaran.” Gerutu  alif sambil menyodorkan 2 minuman.
“apa’an sih alif? Gue ama vandi gak pacaran kok.”
“lo berdua sekarang gak pacaran, tapi bentar lagi iya.”
“aamiin, tinggal nunggu billa putus aja ama jodi”
“oh yaa?? Ciyee..” goda ayu. kita berempat pun ketawa, gue berharap banget, gue bisa beneran jadian ama billa :D *aamiin*
2 minggu semenjak kejadian itu, hubungan gue ama billa makin deket aja. Gue dengan sabar nunggu dia putus ama jodi. Gue hanya nunggu, bukan ngerusak hubungan mereka. Walaupu n gue pengen banget jadian ama billa, tapi gue gak mau berbuat curang. Gue yakin kok, mereka bakalan putus, cepet atau lambat. Dan, gue akan tetap nunggu saat-saat itu.
*malam hari*
Lagi mikirin nabilla,tiba-tiba dia sms gue. “pass banget” batin gue
>>nabilla
aku baru sadar, ternyata aku sayang ama kamu Cuma sebagai sahabat doank, maaf yaa.
>>vandi
lho, kamu kenapa??
L
>>nabilla
aku putus ama jodi, dia selingkuhin aku. Dan aku rasa, perasaanku ke kamu Cuma sebatas sahabat.
Gue gak bales lagi smsnya billa, bikin nyesek. Selama ini gue sabar nungguin dia, setelah mereka putus, malah ini yang aku dapet. Nyakitin banget!!sekarang, yang keingetan sekarang Cuma lila, yaa gue harus tlp dia. Gue cerita semuanya ama lila, dan dia ngasih solusi yang menurut gue itu gilla, tapi dia nyaranin banget buat gue ngelakuin ini, kalau gue pengen tau gimana perasaannya billa ke gue.
*3 minggu kemudian*
*di kelas*
“eh van, siapa tuh yang ada di wallpaper lo?? Pacar baru??” tanya ayu
“bukan yu, gebetan gue. Anak sekolah sebelah dia, namanya aqila. Cantik gak??”
“aje gile, manis nogh van. Dia melek gak sih waktu ketemuan ama lo??” goda alif tiba-tiba
“apa’an sih? Rame banget dari tadi??” billa mulai terusik dengan keributan kita. Gue duduk ama alif di belakangnya ayu dan billa. Jadi bangku kita depan belakang gitu.
“nih bill, gebetannya vandi.” Ujar alif dengan nyodorin hp gue ke billa.
“manis van. Pinter kamu nyari cewek.” Ujarnya singkat.
“iyaa dounk” gue rasa, billa ngomong kayak tadi itu gak ikhlas, habis ngomong gitu, dia langsung balik badan gitu aja, gak niat godain gue kayak alif dan ayu. Gue jadi makin heran ama sikapnya dia.
Setelah kejadian itu, gue pun akhirnya jadian ama qila. Hubungan gue ama billa mulai renggang semenjak gue jadian ama qila, gue udah jarang sms dia, dan sekarang, kalau kita jalan, gak Cuma berempat, tapi berlima ama qila. Gue sengaja ngajakin qila, kalau lagi kumpul ama anak-anak di luar sekolah. Gue pengen qila lebih deket ama sohib-sohib gue.
 *skip*
Hari ini, gue jalan-jalan lagi berlima, gue, qila, billa, ayu, dan alif. Beberapa menit kemudian, qila ngajakin ayu ke kamar mandi, dan alif seperti biasa, beliin minum buat kita . Tinggal gue ama billa berdua, kita pun jalan-jalan beriringan. Karena gue capek jalan, gue duduk di pinggiran pantai, billa ngikutin gue. Kita duduk dengan posisi yang sejajar.
“van, kamu tuh akhir-akhir ini berubah.” Billa memulai percakapan.
“berubah gimana bil??” tanya gue sambil menghentikan langkah.
“kamu jarang banget ada waktu buat kita.”
“ha?? Maksud kamu apa sih?? Kalau kalian ngumpul, aku pasti ikutan kok. Di sekolah maupun di luar sekolah.”
“iyaa, tapi kalau di luar sekolah kamu selalu ngajak pacar kamu, tumben banget kamu ngajakin pacarmu. Biasanya kita kan cuma berempat.”
“bil, aku itu cuma mau adil tau. Kan malah bagus aku ngajakin cewekku, jadi aku bisa kumpul ama sahabat dan pacar aku sekaligus.”
“tapi aku ngerasa kehilangan kamu tau.”
“aku bingung ama kamu tau, aku dulu pernah nembak kamu, dan kamu bilang, kamu sayang ama aku hanya sebatas sahabat, tapi kenapa setiap aku pacaran, kamu cemburu??”
“aku Cuma gak mau kehilangan kamu, kamu tuh terlalu asyik tau ama pacarmu, sampai lupa ada aku sebagai sahabatmu.”
“bill, aku tuh harus adil tau. Kamu gak sadar apa selama ini, aku sering putus ama pacarku karna aku terlalu asyik ama kamu. waktu kamu punya pacar, kamu juga sering ngelupain aku, tapi apa aku pernah protes ke kamu??”
“aku tuh sayang tau ama kamu.”
“tapi sebatas sahabat kan??”
“aku gak tau.”
“kamu tuh gantungin aku tau, aku capek. Udah 2 tahun bil kamu gini’in aku terus. Gak kehitung deh udah berapa cewek sakit hati ngeliat kemesraan kita. Wajar dounk aku bersikap kayak gini, aku mau bedain mana perasaanku buat pacar dan mana buat sahabat.”
“tapi,,”
“kalau kamu sayang ama aku, kenapa kamu gak pernah mau terima aku? Kamu tau dari dulu, kalau aku tuh sayang tau ama kamu.”
“aku cuma gak mau persahabata kita hancur.”
“kamu bisa liat ayu dan alif kan? Mereka baik-baik aja tuh. Kamu gak inget kata-kata ku dulu? Kalau sayang ama orang tuh, gak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang penting jalanin aja dulu yang sekarang. Kalau sekarang aja gak di jalanin, gimana kita bisa tau apa yang akan terjadi ke depannya? Masa depan biarlah jadi misteri.”
“maafin aku, selama ini aku berusaha munafik. Aku sayang ama kamu, tapi aku gak mau ngakuinnya. Aku salah.”
“terus, sekarang mau kamu gimana?? Aku putusin pacarku sekarang??”
“gak, gak usah van, dia gak salah. Biarin aku menyayangimu tanpa harus memilikimu, seperti yang kamu lakuin 2 tahun belakangan ini.”
*tiba-tiba dari arah belakang*
“udah bil, lo jadian aja ama dia, gue ama Vandi tuh cuma temenan biasa kok.” Ujar Qila mengikuti alur pembicaraan kami.
“maksud lo?? Bukannya selama ini lo jadian ama vandi??” tanya Billa heran.
“hahaha, itu cuma sandiwara bil, itu rencana gue, Vandi, dan sahabat-sahabat lo yang lain.”
“hehehe,, maaf yaa billa.” Kata Alif dan Ayu kompak
“jangan salahin mereka, aq yang nyuruh mereka, ada temenku yang nyaranin ide gila ini, dan mereka mau bantuin aku. Dan ternyata, rencana temenku berhasil, kamu emang sayang ama aku.”
“aahhh,, jahat kalian semua. Jadi, selama ini Ayu dan Alif juga tau kalau ini cuma sandiwara??”
“maaf bill, inget gak, waktu gue nyodorin hpnya Vandi ke lo?  Yang ada fotonya Qila itu? Itu cuma manes-manesin lo tau, respon lo gitu aja, akhirnya rencana ini terus berlanjut.” Jelas Alif
“aku juga minta maaf bil, aku cuma pengen tau aja, gimana perasaanmu  yang sebenarnya, aku capek tau selama 2 tahun ini cuma nebak-nebak  gak jelas. Dan sekarang, aku tau gimana perasaanmu yang sebenarnya. Bill kamu mau gak jadi pacar aku?? Nemenin aku setiap harinya, dan diantara kita gak perlu lagi ada cemburu-cemburu gak jelas.” Pinta gue sambil berlutut tepat di hadapannya.
“terima, terima, terima.” Qila, alif, dan ayu kompak menyoraki kami.
“aku mau jadi pacar kamu, tapi apapun yang terjadi, tetap bertahan ama aku yaa??”
“iyaa bill, aku janji.” Gue bangkit dan memeluk dia.